3 pelajaran untuk frank lampard usai kekalahan chelsea dari liverpol

3 Pelajaran untuk Frank Lampard Usai Kekalahan Chelsea dari Liverpool

Frank Lampard masih berusaha mencari kemenangan pertamanya sebagai pelatih Chelsea. Dia lagi-lagi merasakan kekalahan QQDewa pahit pada laga penting.

Kamis (15/8/2019) dini hari WIB, The Blues menelan kekalahan pahit dari Liverpool di ajang Piala Super Eropa. Skor 2-2 menutup 120 menit pertandingan, Chelsea kemudian takluk 4-5 di babak adu penalti.

Kekalahan ini merupakan pukulan berat untuk Lampard yang baru menjalani musim pertamanya. Terlebih setelah The Blues dihajar Manchester United 0-4 pada laga pembuka Premier League 2019/20 akhir pekan lalu.

Kini, Chelsea harus segera mengalihkan perhatian mereka pada pertandingan berikutnya. Dari dua kekalahan pertama ini, Lampard seharusnya bisa mengamati kekurangan dan kelebihan timnya, pelajaran berharga untuk laga berikutnya.
Giroud Striker Utama
Pekan lalu, Jose Mourinho mengkritik Lampard yang menurunkan Tammy Abraham sebagai sterting line-up pada laga melawan MU. Dia menyarankan Lampard lebih mengandalkan pemain-pemain berpengalaman.

Komentar Mourinho terbukti benar. Pada laga melawan Liverpool, Giroud merupakan salah satu pemain yang tampil paling gemilang. Meski kalah, perannya sangat penting pada permainan MU.

Giroud memang lebih kesulitan di babak kedua, tapi dia tampil impresif pada 45 menit pertama.
Kante Bisa Menyerang
Kritik keras pada Maurizio Sarri musim lalu sebagian besar mengarah pada keputusannya memainkan N’Golo Kante dalam peran yang lebih ofensif. Kini, Lampard ternyata memilih mempertahankan perubahan Sarri.

Lampard memercayai Jorginho untuk bermain dalam peran holding midifielder dan meminta Kante bermain di sisi kanan. Perubahan ini ternyata merepotkan Liverpool.

Masalahnya, satu kekurangan besar pada gagasan ini adalah kemampuan ofensif Kante tidak cukup bagus untuk membuat perbedaan pada wilayah sepertiga akhir. Kante bisa menembus kotak penalti, tapi tidak tahu harus mengumpan atau menembakPotensi Pulisic
Christian Pulisic terbilang sebagai pemain terbaik Chelsea pada pertandingan ini. Dia tampil tak gentar menghadapi Liverpool yang bermain agresif.

Terbukti, Pulisic menorehkan satu assist penting untuk gol Olivier Giroud pada pertandingan ini. Assist ini sangat bagus, Pulisic membelah pertahanan Liverpool terlebih dahulu dan melihat laju Giroud di sisi kirinya.

Dia juga sempat mencetak gol individual luar biasa yang menunjukkan kemampuan pribadinya. Sayangnya gol tersebut dianulir karena Pulisic berada dalam posisi offside.

Frank Lampard masih berusaha mencari kemenangan pertamanya sebagai pelatih Chelsea. Dia lagi-lagi merasakan kekalahan pahit pada laga penting.

Frank Lampard masih berusaha mencari kemenangan pertamanya sebagai pelatih Chelsea. Dia lagi-lagi merasakan kekalahan pahit pada laga penting.

Kamis (15/8/2019) dini hari WIB, The Blues menelan kekalahan pahit dari Liverpool di ajang Piala Super Eropa. Skor 2-2 menutup 120 menit pertandingan, Chelsea kemudian takluk 4-5 di babak adu penalti.

Kekalahan ini merupakan pukulan berat untuk Lampard yang baru menjalani musim pertamanya. Terlebih setelah The Blues dihajar Manchester United 0-4 pada laga pembuka Premier League 2019/20 akhir pekan lalu.

Kini, Chelsea harus segera mengalihkan perhatian mereka pada pertandingan berikutnya. Dari dua kekalahan pertama ini, Lampard seharusnya bisa mengamati kekurangan dan kelebihan timnya, pelajaran berharga untuk laga berikutnya.
Giroud Striker Utama
Pekan lalu, Jose Mourinho mengkritik Lampard yang menurunkan Tammy Abraham sebagai sterting line-up pada laga melawan MU. Dia menyarankan Lampard lebih mengandalkan pemain-pemain berpengalaman.

Komentar Mourinho terbukti benar. Pada laga melawan Liverpool, Giroud merupakan salah satu pemain yang tampil paling gemilang. Meski kalah, perannya sangat penting pada permainan MU.

Giroud memang lebih kesulitan di babak kedua, tapi dia tampil impresif pada 45 menit pertama.
Kante Bisa Menyerang
Kritik keras pada Maurizio Sarri musim lalu sebagian besar mengarah pada keputusannya memainkan N’Golo Kante dalam peran yang lebih ofensif. Kini, Lampard ternyata memilih mempertahankan perubahan Sarri.

Lampard memercayai Jorginho untuk bermain dalam peran holding midifielder dan meminta Kante bermain di sisi kanan. Perubahan ini ternyata merepotkan Liverpool.

Masalahnya, satu kekurangan besar pada gagasan ini adalah kemampuan ofensif Kante tidak cukup bagus untuk membuat perbedaan pada wilayah sepertiga akhir. Kante bisa menembus kotak penalti, tapi tidak tahu harus mengumpan atau menembakPotensi Pulisic
Christian Pulisic terbilang sebagai pemain terbaik Chelsea pada pertandingan ini. Dia tampil tak gentar menghadapi Liverpool yang bermain agresif.

Terbukti, Pulisic menorehkan satu assist penting untuk gol Olivier Giroud pada pertandingan ini. Assist ini sangat bagus, Pulisic membelah pertahanan Liverpool terlebih dahulu dan melihat laju Giroud di sisi kirinya.

Dia juga sempat mencetak gol individual luar biasa yang menunjukkan kemampuan pribadinya. Sayangnya gol tersebut dianulir karena Pulisic berada dalam posisi offside.

Kamis (15/8/2019) dini hari WIB, The Blues menelan kekalahan pahit dari Liverpool di ajang Piala Super Eropa. Skor 2-2 menutup 120 menit pertandingan, Chelsea kemudian takluk 4-5 di babak adu penalti.

Kekalahan ini merupakan pukulan berat untuk Lampard yang baru menjalani musim pertamanya. Terlebih setelah The Blues dihajar Manchester United 0-4 pada laga pembuka Premier League 2019/20 akhir pekan lalu.

Kini, Chelsea harus segera mengalihkan perhatian mereka pada pertandingan berikutnya. Dari dua kekalahan pertama ini, Lampard seharusnya bisa mengamati kekurangan dan kelebihan timnya, pelajaran berharga untuk laga berikutnya.

Frank Lampard masih berusaha mencari kemenangan pertamanya sebagai pelatih Chelsea. Dia lagi-lagi merasakan kekalahan pahit pada laga penting.

Kamis (15/8/2019) dini hari WIB, The Blues menelan kekalahan pahit dari Liverpool di ajang Piala Super Eropa. Skor 2-2 menutup 120 menit pertandingan, Chelsea kemudian takluk 4-5 di babak adu penalti.

Kekalahan ini merupakan pukulan berat untuk Lampard yang baru menjalani musim pertamanya. Terlebih setelah The Blues dihajar Manchester United 0-4 pada laga pembuka Premier League 2019/20 akhir pekan lalu.

Kini, Chelsea harus segera mengalihkan perhatian mereka pada pertandingan berikutnya. Dari dua kekalahan pertama ini, Lampard seharusnya bisa mengamati kekurangan dan kelebihan timnya, pelajaran berharga untuk laga berikutnya.
Giroud Striker Utama
Pekan lalu, Jose Mourinho mengkritik Lampard yang menurunkan Tammy Abraham sebagai sterting line-up pada laga melawan MU. Dia menyarankan Lampard lebih mengandalkan pemain-pemain berpengalaman.

Komentar Mourinho terbukti benar. Pada laga melawan Liverpool, Giroud merupakan salah satu pemain yang tampil paling gemilang. Meski kalah, perannya sangat penting pada permainan MU.

Giroud memang lebih kesulitan di babak kedua, tapi dia tampil impresif pada 45 menit pertama.
Kante Bisa Menyerang
Kritik keras pada Maurizio Sarri musim lalu sebagian besar mengarah pada keputusannya memainkan N’Golo Kante dalam peran yang lebih ofensif. Kini, Lampard ternyata memilih mempertahankan perubahan Sarri.

Lampard memercayai Jorginho untuk bermain dalam peran holding midifielder dan meminta Kante bermain di sisi kanan. Perubahan ini ternyata merepotkan Liverpool.

Masalahnya, satu kekurangan besar pada gagasan ini adalah kemampuan ofensif Kante tidak cukup bagus untuk membuat perbedaan pada wilayah sepertiga akhir. Kante bisa menembus kotak penalti, tapi tidak tahu harus mengumpan atau menembakPotensi Pulisic
Christian Pulisic terbilang sebagai pemain terbaik Chelsea pada pertandingan ini. Dia tampil tak gentar menghadapi Liverpool yang bermain agresif.

Terbukti, Pulisic menorehkan satu assist penting untuk gol Olivier Giroud pada pertandingan ini. Assist ini sangat bagus, Pulisic membelah pertahanan Liverpool terlebih dahulu dan melihat laju Giroud di sisi kirinya.

Dia juga sempat mencetak gol individual luar biasa yang menunjukkan kemampuan pribadinya. Sayangnya gol tersebut dianulir karena Pulisic berada dalam posisi offside.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*